DAERAH

Revitalisasi 8 Ruang Kelas SMAN 19 Garut

 

Garut, zonainformasinew.com – Kami dari Jurnal Informasi News.com melaporkan dari SMA Negeri 19 Garut, berlokasi di Jln. Raya Simpang-Samarang No.100, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Hari ini tim kami meninjau pelaksanaan pembangunan revitalisasi ruang kelas yang sedang berlangsung di sekolah tersebut.

Data Resmi Proyek (Berdasarkan Papan Informasi)

Kegiatan ini merupakan Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Sekolah Menengah Atas dari Direktorat SMA, Kemendikdasmen.

Rinciannya sebagai berikut:

Nama Kegiatan: Revitalisasi SMA

Jenis Pekerjaan: Rehabilitasi 8 ruang kelas

Waktu Pengerjaan: 180 hari kalender

Periode Pelaksanaan: Juli – Desember 2025

Nilai Pekerjaan: Rp 1.206.633.000,-

Sumber Dana: APBN 2025

 

Wawancara dengan Ketua Pelaksana

Saat ditemui, Pak Deni Sunjani, selaku Ketua Pelaksana Revitalisasi, menjelaskan bahwa progres pembangunan saat ini sudah mencapai 96%, dan ditargetkan rampung pada 5 Desember 2025.

Beliau menyampaikan rasa syukur atas bantuan dari Kementerian Pendidikan, mengingat terakhir kali pembaruan besar dilakukan sekitar tahun 2009, sehingga kebutuhan rehabilitasi ruang kelas sudah sangat mendesak.

Menurutnya, kondisi sebelumnya banyak ruangan yang mengalami kebocoran, terutama saat musim hujan, sehingga mengganggu kegiatan belajar.

Dengan jumlah siswa yang kini mencapai sekitar 1.450 orang, penambahan dan perbaikan ruang kelas menjadi kebutuhan penting agar pembelajaran berjalan lancar.

Wawancara dengan Anggota Panitia: Ayi Apid

Kami juga mewawancarai Bapak Ayi Apid, anggota panitia sekaligus pembantu wakasek sarana.

Beliau menjelaskan adanya penyesuaian jadwal belajar selama proses rehabilitasi:

Kelas 10 belajar siang hingga sore

Kelas 12 belajar mulai pukul 11.00

Tujuannya agar kegiatan pembangunan tidak mengganggu proses KBM.

Panitia juga memastikan bahwa seluruh pekerjaan mengikuti speknya, mengacu pada petunjuk teknis, timeline, dan arahan dari pengawas pelaksanaan.

Dalam proses pengerjaan, beberapa kendala teknis sempat muncul, seperti pemindahan arus listrik besar sehingga memerlukan koordinasi dengan PLN. Namun, semua hambatan berhasil diselesaikan dan pekerjaan kini berjalan lancar.

Harapan untuk Ke Depan

Pak Ayi menyampaikan bahwa setelah proyek ini selesai, sekolah masih membutuhkan dukungan lain dari pemerintah karena beberapa bangunan sudah berusia lebih dari 10 tahun dan membutuhkan pemeliharaan lanjutan.

Sarana seperti saluran air, tempat cuci tangan, dan fasilitas lain juga memerlukan perbaikan berkelanjutan.

Demikian laporan kami dari SMA Negeri 19 Garut mengenai perkembangan pembangunan Revitalisasi 8 Ruang Kelas yang saat ini sudah mencapai tahap akhir. (Yopi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *