DAERAH

Pasien Membeludak, DPRD Garut Dorong Perluasan Kapasitas RSUD dr. Slamet

Garut, zonainfprmasinew.com – Tingginya jumlah pasien yang harus dilayani RSUD dr. Slamet Garut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Garut. Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan kapasitas rumah sakit, mulai dari penambahan tempat tidur hingga pengembangan fasilitas layanan jantung.

Sorotan itu mencuat saat Komisi IV DPRD Garut melakukan peninjauan langsung ke RSUD dr. Slamet, Senin (28/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, anggota DPRD melihat kondisi pelayanan, termasuk situasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tengah menghadapi peningkatan jumlah pasien.

Informasi dari pihak rumah sakit menyebutkan jumlah pasien di IGD sempat mencapai sekitar 90 orang, sementara kapasitas tempat tidur di ruangan tersebut sekitar 27 bed. Kondisi ini membuat sebagian pasien harus mendapatkan pelayanan dengan fasilitas yang terbatas sebelum dapat dipindahkan ke ruang perawatan.

Anggota Komisi IV DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, menilai persoalan kapasitas tempat tidur menjadi salah satu hal yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, kebutuhan tempat tidur di Kabupaten Garut masih cukup besar dibandingkan dengan ketersediaan fasilitas yang ada. Khusus RSUD dr. Slamet, saat ini tersedia sekitar 383 bed dan terdapat rencana penambahan 80 bed sehingga kapasitasnya dapat meningkat menjadi sekitar 463 bed.

Namun, penambahan tempat tidur tersebut membutuhkan kesiapan ruang, sarana pendukung, tenaga kesehatan serta sistem pelayanan yang memadai.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi kepadatan pasien. Salah satunya dengan menyediakan ruang transisi bagi pasien yang menunggu masuk ruang rawat inap.

Rumah sakit juga mempercepat proses visitasi dokter pada pagi hari agar pasien yang telah dinyatakan dapat pulang segera meninggalkan ruang perawatan. Selain itu, pasien yang sudah diperbolehkan pulang tetapi masih menunggu obat atau keluarga dijemput diarahkan ke ruang transit pulang.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat perputaran tempat tidur tanpa mengurangi pelayanan kepada pasien.

“Kami berusaha keras tidak menolak pasien. Karena menambah ruangan tidak bisa serta-merta karena harus memenuhi izin operasional dan kelengkapan sarana, maka fokus kami saat ini adalah mempercepat perputaran pasien,” jelas dr. Inge.

Selain persoalan kapasitas rawat inap, DPRD Garut juga menyoroti kebutuhan pengembangan layanan jantung melalui pembangunan Catheterization Laboratory (Cath Lab).

Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan RSUD dr. Slamet dalam menangani pasien yang membutuhkan tindakan intervensi jantung. Saat ini, sejumlah pasien dengan kondisi tertentu masih harus dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan fasilitas.

Yudha mendorong Pemkab Garut mempertimbangkan dukungan anggaran melalui APBD untuk pengembangan fasilitas tersebut, sehingga pelayanan kesehatan dapat semakin diperkuat dan kebutuhan rujukan keluar daerah dapat ditekan.

Menurutnya, pembiayaan pembangunan fasilitas kesehatan tidak sepenuhnya dibebankan kepada rumah sakit. Dukungan pemerintah daerah diperlukan agar pendapatan operasional RSUD tetap dapat difokuskan pada kebutuhan pelayanan seperti obat-obatan dan bahan medis habis pakai.

Pengembangan RSUD dr. Slamet, lanjut Yudha, juga perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam pembahasan bersama manajemen rumah sakit, peningkatan kemampuan pelayanan dan komunikasi tenaga kesehatan turut menjadi perhatian.

Dengan berbagai langkah tersebut, DPRD Garut mendorong agar peningkatan kapasitas RSUD dr. Slamet dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melalui penambahan jumlah tempat tidur, tetapi juga mencakup ruang perawatan, fasilitas medis, tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha