Lapang Giriawas Menjadi Pusat Silaturahmi Warga
Garut, zonainformasinew.com –
Tim kami melakukan wawancara langsung dengan Kepala Desa Giriawas, Pak Denny Sunjani, terkait pengelolaan dan perkembangan Lapang Giriawas yang kini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat.

Dalam wawancara, Pak Denny menjelaskan bahwa lapang tersebut saat ini dikelola oleh BUMDes dan Karang Taruna sebagai ruang publik untuk warga.

Lapang sebagai Sarana Silaturahmi dan Informasi
Menurut beliau, konsep utama lapang ini bukan hanya sekadar ruang olahraga, tetapi sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi masyarakat.
> “Kami berkeinginan bahwa lapang ini menjadi sarana komunikasi antar warga. Selama ini ada pengajian, kegiatan keagamaan, dan aktivitas lainnya. Kami berupaya mewadahinya melalui lapang ini,” jelas Pak Denny.
Setiap hari, lapang tersebut hampir tidak pernah sepi pengunjung. Pada Sabtu dan Minggu, aktivitas warga bahkan mencapai puncaknya karena banyak masyarakat datang untuk berolahraga, berkumpul, dan menikmati fasilitas yang tersedia.
Menariknya, warga Giriawas menyebut lapangan ini sebagai “Kerkopnya Giriawas”—mengibaratkan menjadi titik keramaian dan tempat favorit masyarakat.
Dikelola Secara Swadaya, Hasilkan Ekonomi
Walaupun fasilitasnya terus berkembang, Pak Kades menegaskan bahwa pengelolaan lapang masih berbasis swadaya masyarakat.
“Desa itu besar karena swadaya masyarakat. Sampai sekarang pengelolaan berada di bawah BUMDes dan Karang Taruna dengan hasil swadaya,” ujarnya.
Rumput dan fasilitas lainnya terus diperbaiki menggunakan dana swadaya, termasuk kegiatan penertiban parkir dan kebersihan. Penataan parkir bukan pungutan liar, melainkan sumbangan sukarela untuk pemeliharaan lapang.
Yang menarik, meski pembangunan awal hanya beranggaran kecil, dampak ekonominya sangat besar bagi masyarakat.
“Anggaran hanya 10 juta, tapi mampu mendatangkan jutaan. Bukan ditarik, tapi kegiatan ekonomi tumbuh karena pengunjung,” jelas Pak Denny.
Harapan ke Depan
Pak Kades berharap lapang Giriawas menjadi fasilitas yang membawa berkah, memperkuat kebersamaan warga, serta mendorong geliat ekonomi lokal. (Yopi/Ajun).
