METROPOLITAN

Imigrasi Soetta Luncurkan Prima : Dorong Transparansi dan Konsistensi Informasi Publik

Jakarta, zonainformasinew.com – Kantor Imigrasi Soekarno – Hatta resmi meluncurkan PRIMA (Panduan Tekhnis Konferensi Pers Imigrasi Soekarno – Hatta), sebuah inovasi berupa instrumen operasional baku dalam bentuk panduan tekhnis untuk memperkuat kinerja kehumasan dan tata kelola informasi publik di gerbang utama negara.

Panduan tekhnis pelaksanaan konferensi pers ini dirancang untuk memastikan penyampaian informasi yang cepat, akurat dan seragam terutama dalam menghadapi sorotan media yang intens.

Peluncuran inovasi PRIMA didasari oleh hasil analisis pemberitaan yang menunjukkan perlunya penguatan konsistensi dan kualitas komunikasi publik Imigrasi Soekarno – Hatta.

Panduan tersebut mencerminkan bahwa isu-isu terkait layanan keimigrasian membutuhkan penjelasan yang lebih terarah agar informasi yang beredar di masyarakat tetap jelas dan mudah dipahami. Hal ini menegaskan pentingnya profesionalisme komunikasi, khususnya dalam penyelenggaraan konferensi pers dan penyampaian informasi resmi.

Hal – hal tersebut mendorong kebutuhan akan inovasi yang mampu hadir sebagai acuan operasional yang inovatif dan komprehensif. PRIMA kemudian lahir sebagai inovasi yang mana mencakup seluruh tahapan pelaksanaan konferensi pers, mulai dari pengumpulan informasi, perencanaan tekhnis hingga evaluasi pasca kegiatan.

Adapun fungsi utama inovasi ini yaitu antara lain adalah untuk standarisasi pelaksanaan konferensi pers, memastikan kesiapan tekhnis & koordinasi konferensi pers serta mengeluarkan pesan denfan informasi yang terstruktur dan akurat.

Inovasi PRIMA ini juga relevan dengan Asta Cita Presiden RI Nomor 7 tentang penguatan reformasi birokrasi dan visi Indonesia Emas 2045, melalui penguatan layanan keimigrasian berbasis digital dan peningkatan citra kelembagaan di ointu gerbang Internasional.

Muhammad Iman Paski, Kepala Bidang TIKIM Imigrasi Soekarno – Hatta dan inisiator inovasi tersebut menjelaskan bahwa PRIMA akan mengakhiri praktik komunikasi ad-hoc yang hanya berlandaskan praktek kebiasaan.

” Imigrasi Soekarno – Hatta adalah etalase dan pintu gerbang pertama Indonesia, kerawanan informasi sekecil apapun disini memilikj potensi menjadi krisis nasional, PRIMA menjawab hal ini dengan menetapkan standar profrsionalisme,” ujar Iman Paski.

Penyusunan PRIMA ini telah melalui proses benchmarking dan studi tiru ke sejumlah institusi yang memiliki kinerja kehumasan terdepan di Indonesia, yaitu Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementeeian Keuangan, Humas PT KAI serta Humas Polri.

Sebagai salah satu inovasi yang menjawab kebutuhan organisasi, PRIMA dirancang untuk jangka panjang dengan harapan bisa menjadi sebuah standar nasional dalam pelaksanaan konferensi pers di Direktorat Jenderal Imigrasi sejak bulan Desember 2026, sedangkan untuk jangka menengah dan jangka pendek, PRIMA diharapkan bisa diimplementasikan di lingkungan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Daerah Khusus Jakarta pada bulan Juni 2026 dan akan terlaksana di lingkungan Imigrasi Seokarno ‘ Hatta pada bulan Desember 2025 ini.

” Panduan ini memastikan bahwa setiap konferensi pers, baik itu yang bersifat reguler, insidentil maupun krisis, akan memiliki kerangka kerja yang jelas, mencakup kesiapan tekhnis, verifikasi materi dan penunjukkan juru bicara resmi, tujuannya sederhana yaitu untuk meningkatkan kepercayaan punlik terhadap Imigrasi Soekarno – Hatta,” tutup Iman Paski. (Benn/Ris).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *