Pernyataan Gubernur Jawa Barat Soal Media Menjadi Polemik di Tengah – Tengah Masyarakat Pers Oleh : TB Surya Lesmana, SE (Pemimpin Umum SKU Zona Informasi News dan Media Online zonainformasinew.com)
Sikap dan pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait soal media massa menjadi polemik serta memicu gejolak ditengah tengah masyarakat khususnya masyarakat dikalangan insan pers Nasional.
Berbagai tanggapan muncul soal pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mana pernyataan itu dinilai merendahkan martabat serta marwah seluruh media massa yang ada ditanah air yang seolah olah bahwa media massa tidak penting karena kini telah ada media sosial.
Dedi Mulyadi mungkin lupa jika pers itu memiliki sejarah panjang dari perjuangan bangsa Indonesia dimasa-masa perang kemerdekaan dan ambil bagian dari sejarah bangsa tersebut sehingga Dedi Mulyadi sendiri sebenarnya telah melupakan sejarah perjuangan bangsanya sendiri yaitu pers sebagai pilar ke empat dari demokrasi.
Berbicara tentang media sosial atau medsos, sebagaimana kita ketahui bahwa medoia sosial merupakan wadah permainan yang sifatnya tidak memiliki kode etik jurnalistik serta tidak memiliki badan hukum yang jelas sehingga kegiatan medsos ini bisa mendatangkan bahaya jika sekiranya sang pengguna medsos tersebut melakukan hal-hal yang negatif yang akan berakibat kepada tindak pidana berupa pelanggaran terhadap Undang – Undang ITE.
Dedi Mulyadi juga harus tahu bahwa Pers miliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan nasional, kritik sosial dalam memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi insan pers yang bekerja sesuai dengan kaidah kaidah Kode Etik Jurnalistik.
Secara umum kita sangat mendukung program-program Dedi Mulyadi didalam membangun Jawa Barat Istimewa, namun statement soal media massa yang dianggap tidak penting yang menjadi titik persoalan dari serangkaian kegaduhan ditengah-tengah masyarakat khususnya insan pers nasional.
