METROPOLITAN

RPA Dampingi Saksi Kekasih Remaja Korban Pelecehan Ayah Kandung Saat Pemeriksaan Oleh Polda Metro Jaya

Zona Informasi New, JAKARTA – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditkrimum Polda Metro Jaya akan memeriksa kekasih remaja korban pelecehan seksual yang dilakukan orang tua kandung berinisal HS (40) di daerah Jakarta Timur.


Penyidik menilai kekasih korban menjadi saksi kunci karena mengetahui pelaku menjemput korban sebelum dibawa ke hotel untuk dicabuli.


Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo Bidang Hukum, Amriadi Pasaribu mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan penyidik dalam perkara tersebut. Penyidik meminta untuk menghadirkan saksi yang merupakan kekasih korban.


Perkembangan perkara hari ini RPA Perindo akan menghadirkan saksi yaitu saksi seorang pacar,'” kata Amriadi di Polda Metro Jaya, Senin (11/9/2023).


Amriado mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dengan korban dan berencana melakukan pertemuan dengan saksi untuk memberikan ke unit PPA. Dia menilai saksi tersebut mengetahui secara detail beberapa hal termasuk saat pelaku menjemput korban.


“Saksi kunci ini mengetahui ayahnya datang menjemput. Saksi juga melakukan teror di kampus. Jadi di kampus itu ayahnya selalu membuat kacau,” jelasnya.


Ketua Bidang Data dan Informasi DPP RPA Kenzo Farel mendesak Unit PPA segera melakukan menetapkan tersangka. Penyidik juga menilai sudah mencukupi jika saksi kunci telah diperiksa sebagai saksi.


“Saya memohon kepada unit PPA segera menangkap pelaku karena kita bekerja sesuai arahan dan juga kita posisi di korban. Saya meminta agar pelaku yang diduga ayah kandung segera ditangkap,” katanya.


Dia menilai hal itu perlu segera dilakukan karena sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran. Korban merasa terancam pelaku dapat mengulangi perbuatan yang sama.
“Dari korban ada rasa ketakutan,” ucapnya.


RPA Perindo akan melakukan trauma healing pada korban baik bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) maupun Pusat Layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).


Pihaknya mengaskan akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Sampai saat ini RPA Perindo telah mendampingi 19 kasus hingga putusan dengan hukuman maksimal.


“Jadi kami akan kawal dari awal sampai dengan putusan sidang. Kasus ini kita laporkan tentang UU tindak pidana kekerasan seksual Nomor 12 tahun 2002. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun,” pungkasnya.(A2TP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *