KAB. BEKASI

Ungkap Peredaran Narkoba Dan Obat Ilegal Di Jakarta, Polda Metro Jaya Bongkar Gudang Penyimpanan Di Bekasi

Zona Informasi New, Jakarta – Jajaran Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Jakarta.
Selain itu, petugas kepolisian juga membongkar gudang penyimpanan narkoba dan obat keras ilegal di Bekasi, Jawa Barat.


Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto mengatakan, dalam kasus ini, sejumlah tersangka telah diamankan.
“Diketahui enam orang tersangka berinisial ASF, AP, MN, DAR, HM, dan FR,” ungkap Karyoto dalam keterangannya, Senin,(10/04).


Para tersangka yang diamankan tersebut, papar Karyoto, memiliki narkotika golongan I dan obat keras ilegal, senilai Rp23 miliar dari total keaeluruhan barang bukti yang digagalkan.


“Berhasil menggagalkan peredaran Narkotika Golongan I jenis Pil PCC (Paracetamol, Carisoprodol dan Cafein) dan Narkotika Golongan I jenis serbuk warna putih (mengandung MDMB-4en-PINACA),” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin(10/04).


Kapolda Metro Jaya mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Selasa (4/4) dengan menangkap tiga orang sebagai tersangka yakni ASF yang berperan sebagai penjaga gudang dan AP serta MN yang berperan sebagai pembeli.
Karyoto merinci barang bukti yang disita dari kasus tersebut yakni Dextromethopan (DMPP 100) sebanyak 700 ribu butir, DMPP 126 sebanyak 1 juta 80 ribu butir, Yarindo 100 (YR 100) 200 ribu butir, YR 32 sebanyak 2.656.000 butir, LL 100 sebanyak 500 ribu butir, Trihexyphenidyl (TRX 375) sebanyak 150 ribu butir, Tramadol 33.500 butir dan Hexymer 624 ribu butir.
“Barang bukti yang disita ini sangat mungkin menyelamatkan 591.150 jiwa,” imbuh Irjen Pol Karyoto.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 197 dan atau Pasal 196 dan atau Pasal 198 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dalam pasal 60 Undang-Undang nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan dengan denda maksimal Rp1,5 miliar.
Sebelumnya, Trunoyudo menjelaskan, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap lokasi penyimpanan tiga truk narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) di Kota Bekasi, pengungkapan tersebut didapat total barang bukti yang keseluruhannya disita mencapai tiga truk

.
“Barang bukti yang diangkut oleh Direktorat Reserse Narkoba sebanyak tiga truk,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat(04/04).


Namun mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur tersebut saat itu belum bisa menjabarkan terkait kronologi dan tersangka yang terlibat di kasus tersebut.
“Nanti akan disampaikan melalui jumpa pers oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Sekarang prosesnya tentu pendalaman,” ucapnya.(A2TP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *