KOTA BEKASI

Kepala Daerah Juga Manusia, Tidak Luput Dari Salah Dan Lupa

Bekasi,zonainformasinewcom – Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, karena Manusia ditakdirkan sebagai makhluk khotowanisyian, (tempat salah dan lupa). Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Dalam hal ini pun tertuang dalam Alquran di dalam agama islam Surat Ar Rum ayat 54 : “Allahlah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui dan MahaKuasa”.

jadi manusia dari keadaan yang lemah menuju kekeadaan yang lemah. Sebagai bukti bahwa manusia itu adalah makhluk yang lemah, ketika bayi ia tidak bisa mandiri sebagaimana makhluk lain. Ketika manusia dilahirkan, ia harus dilayani segala kebutuhannya bahkan sekedar untuk membersihkan kotorannya sendiri. Hal ini berbeda dengan makhluk lain contohnya ayam, binatang ini ketika keluar dari cangkang telurnya bisa langsung berjalan, bahkan mencari makan sendiri. Demikian juga dengan binatang-binatang lain. Manusia juga secara fisik tidak memiliki alat pertahanan khusus, tetapi binatang memilikinya. Harimau dengan taringnya, burung dan ayam dengan cakar dan paruhnya dan seterusnya. Ketidakberdayaan manusia, sebenarnya menunjukan bukti ketergantungan manusia dengan orang lain.

Manusia membutuhkan bimbingan, arahan dan motivasi dari orang lain. Itu sebabnya ketergantungan manusia itu bukan hanya ketika bayi saja, tetapi sampai akhir hayat tetap akan membutuhkan yang lain. Ketika ia sudah dewasa pun akan selalu membutuhkan pertolongan orang lain. Itu sebabnya manusia harus sadar bahwa dirinya memang sangat lemah dan lemah.

Terkait Plt Wali Kota Bekasi Triadhianto lupa lafal Pancasila ke-4 mengapa harus dibesar-besarkan dan di politisasi makar, lupa dan salah hal yang sangat rasional buat kita sebagai manusia, apalagi Kepala Daerah juga Manusia jangan kolot kita sebagai manusia yang beradab sepatutnya kita memaklumi, karena kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. lupa koq makar?

Plt Wali Kota lupa lapal Pancasila ke-4 ini hal yang sangat dimaklumi, karena kejadian tersebut di hadapan seorang Ulama Besar di Negeri ini yakni Habib Luthfi Bin Yahya dan beliau juga saat ini menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden. Jadi wajar saja jika dalam kondisi tegang karena hal yang tidak biasa dihadapi seorang Plt Wali Kota.

Mungkin jika bicara maupun orasi bahkan membacakan lafal Pancasila di depan jutaan warga kota Bekasi sudah biasa dan mungkin hal yang sehari-hari dilakukan oleh Tri Adhianto, namun berbeda dengan malam itu yang dimana ulama besar sekaligus Watimpres berdiri dihadapannya untuk menyaksikanTri Adhianto berbicara dan kemudian membacakan lafal Pancasila, Hadirnya seorang ulama kharismatik, ulama besar yang kita ketahui Bersama kecintaan beliau terhadap negeri ini dan juga sebagai dewan pertimbangan Presiden salah satu bukti kecintaan Tri Adhianto juga terhadap negeri ini khususnya kota tercinta Kota Bekasi. Jadi pakai logika ini piur lupa dan jangan dikatakan sebagai makar.

Kembali kepada manusia sebagai makhluk yang sangat lemah, baik fisik maupun psikologis maka menusia diberi kesempatan untuk memperbaiki kelemahannya tersebut. Akal adalah kelebihan yang bisa digunakan manusia untuk menanggulangi kelemahannya dalam hal fisik. Meskipun secara fisik lemah, tetapi dengan akalnya, manusia bisa menjadi makhluk yang paling kuat. Sekuat-kuatnya seekor gajah seumpanya, tidak akan pernah bisa mengalahkan kekuatan manusia karena akalnya.Jadi kodrat manusia diciptakan sudah sepatutnya dimaklumi yaitu salah dan lupa.

Kesadaran kita akan kelemahan, membawa konsekuensi keterbukaan kita terhadap kritik dan saran dari orang lain. Itu sebabnya sebagai manusia, kita tidak boleh berfikir konservatif, dan terlalu memaksakan kehendak meskipun itu sebuah kebaikan. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki batas dan standar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Manusia tidak boleh menjustifikasi sebagai manusia paling suci atau paling benar, karena kebenaran hanya milik Allah semata.(Abu Hasan Safii/Joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *