DAERAH

Korpri Unit DPPKBPPPA Kabupaten Garut Bagikan 50 PMT Kepada Balita Stunting Di Kelurahan Sukamantri

Garit, zonainformasinew.com – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Unit Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut membagikan 50 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Bersamaan dengan itu, tim yang dipimpin Ketua Korpri Kabupaten Garut, Fajar Putradi, melakukan penempelan stiker berisi data balita stunting yang dilaksanakan di Kelurahan Sukamanteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (10/12/2022).

Selain mengikutsertakan Kepala DPPKBPPPA Garut, Yayan Waryana beserta jajarannya, turut pula hadir Camat Garut Kota, Teten Sundara, dan Lurah Sukamanteri, Irwan Sutiawan.

Pemberian PMT yang dilakukan oleh Korpri Unit DPPKBPPPA Garut ini sendiri merupakan perwujudan dari Korpri Peduli dan Berbagi, di mana PMT ini berisi makanan tambahan berupa telur, susu bubuk formula, dan biskuit.

Ketua Korpri Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menuturkan jika dalam kesempatan ini pihaknya beserta Korpri Unit DPPKBPPPA dan rombongan lain berkeliling dan menengok masyarakat yang di rumahnya memiliki balita stunting.

Didit yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Garut mengungkapkan, di samping pemberian paket PMT, juga dilakukan penempelan stiker yamg berisi identitas balita stunting ini, dengan tujuan mempermudah intervensi yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pihaknya lainnya.

“Kami memberikan sedikit stimulan begitu untuk peningkatan gizinya, disamping itu juga ada hal yang agak strategis kami sengaja menempelkan stiker yang dibuat oleh TPPS di rumah-rumah yang ada balita stuntingnya, tiada lain maksudnya agar intervensi dari pemerintah daerah, dari TPPS terutama juga dari unsur pimpinan kewilayahan di sini, Pak Camat maupun Pak Lurah beserta seluruh pemangku kepentingan yang ada di tingkat Kelurahan Sukamenteri ini, bisa bekerjasama dengan perangkat daerah lainnya yang punya petugas di tingkat kelurahan ini, secara berkala melihat menengok rumah-rumah yang ada balita stuntingnya yang sudah ditandai,” ujar Didit.

Dengan demikian, imbuh Didit, siapa saja bisa melihat dengan mudah mana masyarakat yang memiliki balita stunting dan memerlukan bantuan, karena di stiker tersebut berisi nama balita yang mengalami stunting dan nama kepala keluarganya.

“Tanpa bawa data juga sudah kelihatan ada rumah yang oh ini ada balita stuntingnya, di dalam stiker itu ada nama balitanya, kemudian nama kepala keluarganya, dengan status juga yang ada dalam catatan,” imbuhnya.

Didit menuturkan, pihaknya bersama TPPS Kabupaten Garut akan berusaha memanfaatkan hari libur untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Garut.

“Saya kira ini kegiatan kita di tengah hari libur di hari Sabtu dan Minggu, kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk benar-benar menunjukkan kesungguhan kita bekerja untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Garut, cegah stunting itu penting, sehingga kita bersama-sama bersinergi untuk melakukan percepatan ini,” papar Didit.

Sementara itu, Kepala DPPKBPPPA Garut juga sebagai Ketua Harian TPPS Garut, Yayan Waryana, mengungkapkan sebelumnya Korpri Unit DPPKBPPPA juga sudah melakukan hal yang sama di lokasi binaan Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Dan Sejahtera (P2WKSS), dengan memberikan 64 PMT pada bulan November lalu.

Ia mengatakan, di tahun 2023 jika gerakan bersama intervensi stunting melalui Korpri Peduli dan Berbagi ini akan semakin masif, seiring telah diterbitkannya Surat Edaran Bupati Garut mengenai hal tersebut.

“Diharapkan setiap ASN (Aparatur Sipil Negara) memiliki kepekaan sosial terhadap apa yang dialami keluarga dan masyarakat, terutama dalam menyelesaikan permasalahan stunting di Kabupaten Garut sesuai amanat Perpres 72 tahun 2021, di mana kabupaten Garut menduduki urutan pertama tertinggi di Jawa Barat dengan angka prevalensi stunting berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia adalah 35,2 persen,” ungkap Yayan

Gerakan Korpri Peduli dan Berbagi ini juga, imbuh Yayan, sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut guna mempercepat penurunan stunting yakni Program Temukan Obati Sayangi balita Stunting atau TOSS, di mana berdasarkan Bulan Pencarian Stunting (BPS) oleh Kabupaten Gatut ditemukan 31 ribu lebih balita yang mengalami stunting atau sekitar 15.6% yang ditemukan secara by name by address.

“Target kita di tahun 2024 adalah kurang dari 14 %, 2 hal terpenting yang dilakukan TPPS Kabupaten Garut pertama bagaimana angka stunting bisa menurun landai di tahun 2024 kurang dari 14%, dan yang kedua bagaimana tidak terjadi penambahan angka stunting baru (atau) zero new stunting,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Sukamanteri, Irwan Sutiawan, menuturkan pihaknya bergembira dan menyambut baik program kegiatan yang diusung oleh TPPS Kabupaten Garut dengan pemberian bantuan makanan tambahan bagi balita stunting , terlebih saat ini di wilayahnya terdapat sekitar 308 balita yang mengalami stunting.

“Perlu disampaikan bahwa jumlah stunting di Kelurahan Sukamentri itu hampir mencapai 404 stunting untuk anak, tapi alhamdulillah dari satu bulan kemarin terkait dengan masalah data stunting kita adanya penurunan dari 404 menjadi 308 stunting, berarti ada beberapa penurunan berapa persen dari jumlah semula menjadi 308 stunting,” tutur Irwan.

Guna mempercepat penurunan stunting di daerahnya, imbuh Irwan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada warga khususnya yang memiliki stunting, mengenai pencegahan hingga pemberian arahan terkait makanan bergizi bagi balita.

“Yang pertama sosialisasi kepada warganya, terus yang kedua memberikan arahan-arahan bagaimana memberikan makanan gizi kepada masyarakat yang khususnya stunting, dan ketiga bagaimana kita bisa memberikan stimulan khususnya warga sekitar yang kena stunting melalui CSR dan para donatur donatur yang ada di Kelurahan Sukamentri,” katanya.

Ia berharap ke depan ada penurunan yang cukup signifikan dari angka stunting di Kelurahan Sukamanteri, walaupun ia mengakui guna mewujudkan hal tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang.

“Tapi pada prinsipnya bahwa Kelurahan Sukamentri, saya sebagai kepala wilayah juga TP PKK Kabupaten Garut, dan juga pada kader, para pokja juga, dan juga dibantu dengan rekan rekan dari PKM Guntur, akan terus memberikan sosialisasi yang diberikan kepada warganya, agar adanya kesadaran pada orang tua bagaimana kita memerlukan adanya sebuah gizi, adanya stimulan dan lain sebagainya, sehingga penurunan stunting bisa kita turunkan seperti itu,” tandasnya.(Yopi)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *